Lalu?


Manusia adalah sebongkah mesin yang terus berkembang dan beradaptasi mengikuti era, namun kehidupan manusia tidak se-sederhana mesin yang berotakkan perangkat keras, tidak se-sederhana robot yang melaju sesuai perintah, tidak semurah harga teknologi tercanggih di dunia. Realitanya, manusia lebih dari apapun yang sekedar pernah diciptakan di muka bumi, sebagai makhluk paling sempurna yang menjejakkan kakinya pada kehidupan semesta. Manusia dirangkai untuk selalu belajar, tumbuh, memahami, berusaha dan meyakini. mesin bukanlah tandingan apapun yang bisa disandingkan dengan manusia.
    Begitupun yang terjadi pada otakku, ketika realitas dunia mulai membuat hari-hari sibuk dan menyesakkan, ada saja hal-hal yang bermunculan dalam benak dan otak. Dan, menulis mungkin saja.. merupakan salah satu tempat istirahat yang sejenak bisa dinikmati bersama secangkir teh ataupun kopi. Bukan untuk sekedar pengalih fungsi, tetapi sebagai sarana dinaana bekerja bisa sebegitu menyenangkan seperti bermain di alun-alun kota. dalam pikiran yang kacau, Bagiku, menulis merupakan salah satu syarat penting dalam pencuran hati dan isi kepala selama berhari-hari, menjadi sedikit kutu buku karena membaca mungkin tidak masalah, dan menjadi penulis karena kegabutan pun tidak maslah. Bukan sekali dua kali merasa, terkadang kalimat begitu rancu dan tidak tertata, mambandingkan dengan milik orang lain justru malah terasa memalukan, bahkan sangat.
    Namun, terkadang hal itulah yang secara tidak sadar akan membuat kita menuju hal-hal yang mungkin tidak sesuai rencana, namun tidak begitu buruk pula hasilnya.

_arthemis

Komentar